Kamis, 08 Mei 2014

TULISAN 3

ME and 5 JARI
Ini cerita saya dengan 5 kawan seperjuangan saya dikampus. Kami ber-6 selalu terlihat bersama – sama. Kami biasa meyebut diri kami 5 Jari. Muhammad Ajiz Karim orang paling konyol dikelas dan paling konyol di antara kami ber-6. Tingkahnya yang spontan dengan mimic muka yang apa adanya serta omongan atau ceplosan apa saya yang dia lontarkan selalu mengundang tawa dan keceriaan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Di antara kami ber-6 Ajis (biasa kami memanggilnya) memang sangat unik.
Rendy Imron, pria asli Pejaten ini memang terlihat apadanya, hobi adalah “nyengir” pria yang biasa kami ber-5 panggil ini sebagai kakek, kenapa? Karna buat kami tingkah laku Rendy saat dia duduk kaya kakek-kakek yang ga bisa gerak sama sekali, unik. Rendy termaksud pria yang baik,tetapi berhubungan dia sudah mulai gabung dengan kami 5jari tingkahnya sedikit lebih gila dari Rendy yang dulu.  Adapula Muhammad Reza Sungkar pria blesteran Arabic ini memang ada saja akalnya untuk mengelabui Ajiz dan Rendy. Sifatnya yang rame sangat masuk denga sifat yang dimiliki oleh Rendy dan Ajiz untuk jadi korban bualannya tiap saat.
Muhammad Yafie, sosok yang lebih pendiem tapi banyak makannya, tapi sekali ngelawak bareng Reza, Rendy, dan Ajiz bisa dibayangin pecahnya suasanya dengan gelak tawa kami ber-6. Dan ada pula Muhammad Hamdan pria yang sangat saya idolakan ini terkesan lebih cuek,tapi sangat saya suka. Sifatnya yang lebih dewasa dari kita ber-5 ini bisa selalu membimbing saya menjadi lebih baik. Tapi jangan harap bisa melihat kejaiman Hamdan ini ketika sedang mendengar cerita-cerita konyol dari Ajiz. Karna dia orang pertama yang paling heboh dengan ketawanya.
Dan terakhir pemanis dikelompok ini, saya Revina Aulia. Dengan sifat yang rada tomboy tapi rapuh ini sedikit bisa membaur dengan tingkah laku ke-5 cowo tersebut. Walaupun cerita yang saya bawakan kadang buat mereka terasa lebih “garing” tapi tetap saja ada gelak tawa yang keluar atau bahkan suasana tiba-tiba hening.

Kami ber-6 memiliki banyak cerita yang tak kalah menyenangkan dan heboh untuk mengisi buku harian kami di bangku perkuliahan. Banyak cerita kami ber-6 yang mengundang gelak tawa ketika diceritakan kembali. Banyak memori – memori yang tak pernah dilupakan untuk diceritakan kembali. Pokoknya me and 5 jari selalu mempunyai cerita untuk saling berbagi.

TULISAN 2

SUPERHERO
Dari saya kecil saya sangat menyukai berbagai animasi animasi atau cerita – cerita tentang “pahlawan” mulai dari Spiderman, Superman, Hulk dan berbagai nama superhero terkenal lainnya. Dulu sewaktu saya berumur 5 tahun saya pernah bermimpi bisa menjadi mereka semua. Bagaimana  tidak, buat saya atau mungkin kebanyakan anak kecil lainnya, bisa menjadi kuat seperti para superhero idola kami hal yang sangat menyenangkan, kita bisa menolong orang yang sedang kesusahan,menolong teman, adik,keluarga, bisa mengangkat benda-benda yang sangat berat dengan mudahnya,bisa melawan musuh yang kuat sekali pun. Superhero sangat dipuja-puja di alur ceritanya, itulah mengapa saya sangat ingin menjadi superhero, ya minimal sewaktu kecil saya selalu menganggap diri saya sebagai “SUPERGIRL”.
Tetapi setelah melewati tahun demi tahun hingga saya sekarang beranjak 21 tahun saya baru mengerti arti sesungguhnya “SUPERHERO”. Tidak ada yang lebih SUPER dari MAMA dan tidak ada pula yang lebih HERO dari PAPA. Buat saya mereka berdua sangat berarti melebihi apapun. Terkadang tidak bisa dipungkiri pula saya sering sekali melupakan mereka, disaat saya senang saya lebih memilih bersenang-senang bersama kawan-kawan. Disaat saya sedih saya lebih memilih menyimpan kesedihan saya disbanding menceritakan kegalauan saya kepada mereka.
Di usia saya yang beranjak 21 tahun saya masih belum bisa membuat mereka senang. Saya masih harus bekerja lebih extra untuk membuat mereka tersenyum, atau bahkan jika mereka menangis karna saya, saya ingin mereka menangis bahagia bukan menangis karna menahan kesedihan karna tingkah laku saya.

Saya cuma bisa berharap semoga mereka diberi umur yang panjang dimudahkan rejeki mereka dan mereka bisa melihat saya dengan “Toga” seperti yang selama ini mereka harapkan. Terima kasih MY SUPERHERO MAMA dan PAPA J

TULISAN 1

MY BEST IS MY PARTNER
Cerita ini bermula di awal semester tiga, ketika saya merasa semua hal yang baru, mulai dari keadaan kelas yang berbeda,sifat sifat anaknya yang kembali saya harus beradaptasi dan semua lingkungan hati yang sedikit membuat saya tidak nyaman. Hari – hari dikelas baru, suasana baru dengan teman- teman yang baru sebenernya tidak terlalu membuat saya pusing untuk beradaptasi. Saya memang terkenal sebagai seorang gadis remaja yang riang dan supel walaupun itu suasanya baru saya dengan mudahnya beradaptasi. Saya memang memiliki banyak teman baik wanita maupun pria, tetapi saya hanya menganggap mereka semua sebagai “teman” bukan “sahabat”. Prinsip saya dari dulu tidak percaya dengan teman-teman yang saya miliki, buat saya mereka baik karna ada apa-apanya bukan karna apa adanya saya. Tapi suatu saat ada seseorang yang dapat merubah 180  derajat semua prinsip saya. Dia teman sekelas saya berperawakan blesteran arab-pakistan Indonesia dengan postur tubuh yang  tinggi . seorang pria yang dapat merubah semua aliran didalam tubuh saya ketika saya dekat dengan dia.
Sebenarnya sebelum saya bertemu dengan “dia” didalam kelas ini nasib telah mempertemukan kita terlebih dahulu. Saya bukan seseorang yang percaya dengan nasib atau takdir awalnya, tapi setelah saya piker-pikir mungkin memang ini yang harus saya rasakan. Pertemuan pertama dengan dia sebenernya tidak ada hal yang special sama sekali, kelas kami berdua sewaktu semester dua digabung oleh dosen yang sama,dan pada saat itu pun tak terlintas sama sekali untuk lebih mengenal sosok pria ini. Tetapi kembali entah saya  harus percaya oleh takdir atau sebaliknya, garis tangan tuhan telah mempertemukan kita kembali. Memang sedikit atau mungkin terlalu mendramatisirkan keadaan tapi ini yang saya rasakan. Pria ini lebih dari sekedar teman, ada sesuatu didirinya yang membuat saya amat sangat penasaran dan merasa sangat nyaman jika saya berada didekatnya.

Pada akhirnya kami menjalin suatu relationship special, tak pernah terpikirkan untuk menjalin sesuatu yang sangat dekat dengan teman sekelas tapi tidak untuk pria yang satu ini. Dengan sikapnya yang tegas ia mampu mendorong saya untuk menjadi lebih baik. Dengan sikapnya yang rajin ia dapat memotivasi saya untuk mampu melawan rasa malas saya, dengan sikapnya yang mandiri ia mengajari saya untuk melihat kebawah bukan selalu keatas. Dan dengan sikapnya yang seperti ayah saya, saya selalu merasa aman dan nyaman ketika bersamanya. Dia segalanya untuk saya, ia bukan hanya sekedar teman,tetapi ia sahabat, kakak, ade, keluarga, dan partner saya dalam melakukan segala aktifitas saya dia yang selalu mensupport saya. Inspirasi saya selalu muncul ketika saya melihatnya sama seperti lagunya miley cyrus – when I look at you , ada rasa yang berbeda ketika saya melihat iya. Dia adalah MY BEST IS MY PARTNER J

Kamis, 24 April 2014

TULISAN 1 BAHASA INDONESIA 2

MY BEST IS MY PARTNER

DITULIS OLEH  : REVINA AULIA/3EA02/16211019

Cerita ini bermula di awal semester tiga, ketika saya merasa semua hal yang baru, mulai dari keadaan kelas yang berbeda,sifat sifat anaknya yang kembali saya harus beradaptasi dan semua lingkungan hati yang sedikit membuat saya tidak nyaman. Hari – hari dikelas baru, suasana baru dengan teman- teman yang baru sebenernya tidak terlalu membuat saya pusing untuk beradaptasi. Saya memang terkenal sebagai seorang gadis remaja yang riang dan supel walaupun itu suasanya baru saya dengan mudahnya beradaptasi. Saya memang memiliki banyak teman baik wanita maupun pria, tetapi saya hanya menganggap mereka semua sebagai “teman” bukan “sahabat”. Prinsip saya dari dulu tidak percaya dengan teman-teman yang saya miliki, buat saya mereka baik karna ada apa-apanya bukan karna apa adanya saya. Tapi suatu saat ada seseorang yang dapat merubah 180  derajat semua prinsip saya. Dia teman sekelas saya berperawakan blesteran arab-pakistan Indonesia dengan postur tubuh yang  tinggi . seorang pria yang dapat merubah semua aliran didalam tubuh saya ketika saya dekat dengan dia.
Sebenarnya sebelum saya bertemu dengan “dia” didalam kelas ini nasib telah mempertemukan kita terlebih dahulu. Saya bukan seseorang yang percaya dengan nasib atau takdir awalnya, tapi setelah saya piker-pikir mungkin memang ini yang harus saya rasakan. Pertemuan pertama dengan dia sebenarnya tidak ada hal yang special sama sekali. Kelas kami berdua sewaktu semester dua digabung oleh dosen yang sama, dan pada saat itu pun tak terlintas sama sekali untuk lebih mengenal sosok pria ini. Tetapi kembali entah saya  harus percaya oleh takdir atau sebaliknya, garis tangan tuhan telah mempertemukan kita kembali. Memang sedikit atau mungkin saya terlalu mendramatisirkan keadaan, tapi ini yang saya rasakan. Pria ini lebih dari sekedar teman, ada sesuatu didirinya yang membuat saya amat sangat penasaran dan merasa sangat nyaman jika saya berada didekatnya.

Pada akhirnya kami menjalin suatu relationship spesial, tak pernah terpikirkan untuk menjalin sesuatu yang sangat dekat dengan teman sekelas tapi tidak untuk pria yang satu ini. Dengan sikapnya yang tegas ia mampu mendorong saya untuk menjadi lebih baik. Dengan sikapnya yang rajin ia dapat memotivasi saya untuk mampu melawan rasa malas saya, dengan sikapnya yang mandiri ia mengajari saya untuk melihat kebawah bukan selalu keatas. Dan dengan sikapnya yang seperti ayah saya, saya selalu merasa aman dan nyaman ketika bersamanya. Dia segalanya untuk saya, ia bukan hanya sekedar teman,tetapi ia sahabat, kakak, ade, keluarga, dan partner saya dalam melakukan segala aktifitas saya dia yang selalu mensupport saya. Inspirasi saya selalu muncul ketika saya melihatnya sama seperti lagunya miley cyrus – when I look at you , ada rasa yang berbeda ketika saya melihat iya. Dia adalah MY BEST IS MY PARTNER J

Sabtu, 23 November 2013

Perilaku Konsumen 2

# Tugas Softskill

Perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya.
1.      Faktor Budaya

Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lainnya.

Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, suku, agama, ras, kelompok bagi para anggotanya. Ketika sub-budaya menjadi besar dan cukup makmur, perusahaan akan sering merancang program pemasaran yang cermat disana.
>>Kultur
Kultur (kebudayaan) adalah determinan yang paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Anak memperoleh serangkaian nilai (values), persepsi, preferensi, dan perilaku melalui keluarganya dan institusi-institusi utama lainnya. Seorang anak yang dibesarkan di Asia mendapat nilai-nilai hubungan keluarga dan pribadi, kepatuhan, kepercayaan, respek terhadap orang lain terutama yang lebih tua, dan kesalehan. Contoh kasus : Sebuah restoran cepat saji asal amerika serikat (McDonald’s tm) di Singapura memanfaatkan kesempatan dalam karakteristik orang singapura yang “takut kalah” atau kisau dalam terminologi lokal. McDonalds meluncurkan Kisau Burger –sandwich ayam yang diasinkan. Mereka juga menciptakan karakter Mr. Kisau McDonalds yang akan memberitahukan kepada anda bahwa ada 42 biji wijen pada rotinya dan menghitungnya sehingga anda tidak akan tertipu. Konsumen tertarik dengan burger baru tersebut karena burger tersebut dihubungkan dengan karakter Mr.Kisau tadi.
>>Sub Kultur

Setiap kultur terdiri dari sub-sub kultur yang lebih kecil yang memberikan identitas dan sosialisasi yang lebih spesifik bagi para anggotanya. Sub-kultur mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak sub kultur membentuk segmen pasar yang penting dan para pemasar kerap kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Salah satu contohnya adalah pentingnya fengshui bagi orang cina, khususnya mereka yang berasal dari kalangan bisnis di Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Mereka telah lama dikenal bergantung pada fengshui dalam pemilihan kantornya, agar bisa memperoleh lama dan keberuntungan serta kemakmuran. Para pembeli rumah dari etnis tionghoa ini menghindari nomor 4 karena lafal angka empat mirip dengan kata “mati” sehingga mereka kerap kali menganggap konotasinya sama.
>>Kelas Sosial
Sebenarnya semua masyarakat manusia menunjukan stratifikasi sosial. Stratifikasi kadang-kadang berupa sistem kasta seperti di masyarakat India tradisional, di mana anggota dari kasta yang berbeda dibesarkan untuk peraran-peranan tertentu dan tidak dapat mengubah keanggotaan kasta mereka. Yang lebih lanjut adalah stratifikasi dalam bentuk kelas sosial. Kelas sosial udalah divisi atau .Kelompok yang relatij homogen dan tetap dalam sualu masyarakat, yang tersusun secara hirarkis dan anggota-anggotnya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang mirip. Para ilmuwan sosial mengidentifikasi tujuh kelas sosial di bawah ini :

Kelas sosial merniliki beberapa karakteristik. Pertama, orang-orang dalam masing-masing kelas social cenderung untuk berperilaku yang lebih mirip daripada orang yang berasal dari dua kelas social yang berbeda. Kedua, orang dipersepsikan mempunyai posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah menurut kelas social mereka, Ketiga, kelas sosial seseorang ditemukan oleh sejumlah variabel, seperti pekerjaan, penghasilan, kekayaan, pendidikan, dan orientasi nilai, dan bukan oleh salah satu variable) tunggal tertentu. Keempat, individu-individu dapat pindah dari satu, kelas sosial ke kelas sosial yang lain -naik atau turun- selama hidup mereka. Tingkat mobilitas ini bervariasi, tergantung pada rigiditas atau kekakuan stratifikasi social dalam masyarakat tertentu.
Kelas-kelas sosial menunjukan preferensi produk dan merek dalam bidang-bidang ter-tentu seperti pakaian, perabotan rumah, kegiatan pada waktu luang, dan kendaraan. Beberapa pemasar memfokuskan usaha mereka pada satu kelas social. Misalnya Shang Palace di Shangrila Hotel Singapura berfokus pada pelanggan kelas atas, sedangkan kios makanan di pusat penjaja terbuka berfokus pada pelanggan kelas menengah dan bawah. Kelas-kelas social berbeda dalam preferensi media mereka, di mana konsumen kelas atas memilih media majalah dan buku sedangkan konsumen kelas bawah memilih televisi. Bahkan dalam sebuah kategori media, seperti TV, konsumen kelas atas lebih menyukai siaran berita dan drama, sedangkan konsumen kelas bawah lebih.menyukai Opera sabun dan acara kuis. Terdapat juga perbedaan bahasa di antara kelas-Kelas social Para pemasang iklan harus menyusun kopi iklan (copy) dan dialog yang benar-benar sesuai dengan kelas social yang dituju.
2.      Faktor social

Selain faktor budaya, perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status sosial. Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.
Keluarga meruapkan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.
Peran dan status sosial seseorang menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.

Dalam faktor ini dibedakan menjadi Organisasi, Kelompok Rujukan, Keluarga, dan Media
>>Kelompok Acuan

Banyak kelompok mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap atsu perilaku Seseorang Kelompok-kelompok yang mempunyai pengarah langsung terhadap seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups). Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan berinteraksi. Sebagian merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja, yzng mana orang tersebut secara terus-menerus berinteraksi dengan mereka. kelompok primer cenderung bersifat informal. Seseorang juga termasuk dalam kelompok sekunder, seperti kelompok religius, kelompok profesi, dan kelompok asosiasi perdagangan, yang cenderung bersifat lebih formal dan mempunyai interaksi yang tidak begitu rutin.
Orang-orang juga dipengaruhi oleh kelompok-kelompok di mana mereka buat anggota¬nya. Kelompok-kelompok yang seseorang ingin masuk disebut kelompok aspirationar. Sebagai contoh, seorang remaja Jepang mungkin berharap bahwa suatu hari nanti dapat bermain baseball untuk klub.,Yomiuri Giants. Kelompok disokittif adalan kelompok yang nilai atau perilakunya ditolak oleh seorang individu. Remaja yang sama tadi mungkin ingin menghindar; hubungan dengan remaja-remaja yang keluyuran di Harajuku.
Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok acuan dari pelanggan sasaran mereka. Orang-orang secara signifikan dipengaruhi oleh kelompok acuan mereka paling sedikit melalui tiga cara. Kelompok acuan manghubungkan seorang individu dengan perilaku dan gaya hidap baru. Mereka juga mempengaruhi sikap dan konsep diri (self-concept) seseorang karena biasanya dia berhasrat untuk “menyesuaikan diri” dengan kelompok tersebut. Dan kelompok acuan yang menciptakan tekanan untuk keseragaman yang mungkin mempengaruhi pilihan produk. dan merek aktual seseorang. Pengaruh kelompok acuan berubah seiring dengan perkembangan produk dalam siklus hidup produknya. Ketika suatu produk pertama kali diperkenalkan, keputusan untuk membeli sangat direngaruhi oleh pihak. lain, tetapi pilihan merek; tidak begitu dipengaruhi oleh pihak lain. Pada tahap pertumbuhan pasar, pengaruh kelompok acuan bersifat kuat untuk pilihan. produk dan merek. Pada tahap kedewasaan produk, hanya pilihan merek saja yang sangat dipengaruhi oleh pihak lain. Pada tahap penurunan, pengaruh kelompok bersifat lemah baik terhadap pilihan produk maupun pilihan merek.
Produsen produk dan merek di mana pengaruh kelompok sangat kuat harus menentukan bagaimana mendekati dan mempengaruhi para pemimpin opini dalam kelompok-kelompok acuan tersebut. Para pemimpin opini dijumpai dalam semua lapisan masyarakat, dari seseorang dapat menjadi pemimpin opini untuk bidang produk tertentu dan menjadi pengikut opini untuk bidang produk yang lain. Pemasar berusaha mendekati para pemimpin opini dengan mengidentifikasi karakteristik demogrefis plan psikografis yang berhubungan dengan kepemimpinan opini, mengidentifikasi media yang dibaca pemimpin opini, dan mengarahkan peran-peran kepada pemimpin opini.
Pengarah kelompok bersifat kuat untuk produk-produk yang dapat dilihat oleh pihak lain yang dihormati si pembeli.
>>Keluarga
Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kita bisa membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua seseorang Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, poltik, dan ekonomi serta pamahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi, dan cinta. Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan. Di negara-negara di mana orang tua hidup bersama anak-anak mereka yang sudah dewasa, pengaruh mereka dapat saja bersifat substansial.
Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (family of procreation) seseorang, yakni pasangan hidup (suami/istri) dan anak-anaknya. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksensif Para pemasar tertarik dengan peran dan pengaruh relatif dari suami istri, dan anak-anak dalam pembelian berbagai macam produk dan jasa. Peran dan pengaruh ini akan sangat bevariasi di negara-negara dan kelas-ke:as sosial yang berbeda. Pemasar harus selalu meneliti pola-pola spesifik dalam pasar sasaran tertentu. Contohnya, di dalam rumah tangga tradisional China, sudah merupakan hal yang lumrah bila suami memberiktqn semua gajinya kepada istrinya, karena sang istri yang mengatur pengeluaran keluarganya.
>>Media
Saat ini dimana jarak dan waktu sudah tidak lagi membatasi komunikasi lintas bangsa dan negara, kahadiran media komunikasi seperti koran, radio, televisi, dan internet ditengarai sebagai suatu cara terampuh untuk menebarkan trend dan produk. Masyarakat di suatu negara dapat mengetahui perkembangan trend di negara lain dengan perantara media komunikasi. Suatu informasi dapat langsung di akses secara cepat dan akurat, siaran pertandingan langsung sepakbola di suatu negara dapat disaksikan oleh jutaan manusia di dunia melalui siaran langsung televisi. Suatu peristiwa / kejadian penting di suatu negara dapat diketahui oleh seluruh masyarakat dunia. Sebagai contoh kejadian gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara serta sebagian Sumatera Barat langsung diketahui oleh pemerintah di jakarta dan disebarluaskan ke seluruh dunia. Saat ini banyak media informasi yang dapat secara cepat menyampaikannya.
Media juga dapat merusak moral suatu bangsa dan kebudayaan serta tradisi suatu bangsa. Budaya asia adalah merupakan budaya timur yang masih berpedoman pada hukum norma dan adat serta agama. Sedang budaya barat cenderung menganut paham bebas. Ketika terjadi masuknya budaya barat ke timur maka bila tidak di saring dan diambil baiknya sehingga dapat menghancurkan budaya timur itu sendiri. Seperti saat ini berapa banyak generasi muda indonesia yang mengetahui adat dan budaya indonesia? Dan berapa banyak yang terjun di dalamnya. Kebanyakan generasi muda lebih mengikuti trend barat seperti trend merayakan hari Valentine, budaya indonesia tidak pernah mengenal ada perayaan seperti itu. Satu sisi hal ini merusak budaya bangsa dan hal lain ialah memberikan keuntungan bagi para pemasar pernak pernik valentine yang berdampak pada banyaknya pemesanan dan hingga pada akhirnya industri pembuat pernak pernik tumbuh berkembang. Berbagai trend mode, busana, dan tata rias juga tidak lepas dari adanya pengaruh media, meskipun ada beberapa perancang dan trendsetter memodifikasikannya dengan budaya indonesia.
>>Konsumen Individu

Keputusan seseorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu antara lain usia pembeli, dan tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian serta konsep diri pembeli.
Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen. American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
>>Peran dan status

Peran dan status sosial seseorang menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.

Contoh, seorang yang memiliki peran sebagai manajer dan status yang lebih tinggi dari pegawai kantor, dimana ia juga memiliki banyak keluarga dan anak, tentu ia akan tertarik dengan produk mobil dari Toyota, karena ada kesesuaian antara kebutuhan dan keunggulan Toyota sebagai mobil keluarga ideal terbaik Indonesia, ia bahkan juga bisa membeli pakaian mahal dan juga keluarganya, membeli rumah besar untuk keluarganya dan lain-lain.
Selain dua factor diatas, masih ada satu factor lagi, yaitu psikologi, akan dijelaskan sedikit seperti dibawah ini.
3.      Psikologi

Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah adanya rangsangan pemasaran luar seperti ekonomi, teknologi, politik, budaya. Satu perangkat psikologi berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan pembelajaran) secara fundamental, mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran.

Well Groomed

Pengertian Well Groomed

# Tugas Softskill

Istilah wel – groomed berasal dari istilah bahasa Inggris, yaitu dari kata to groom yang berarti memelihara, sedangkan well berarti baik. Jadi well – groomed berarti terpelihara dengan baik. Seseorang memperoleh julukan well – groom apabila rambutnya tersisir dan berpotongan rapi, berpakaian rapi dan bersih, luwes, sedap dipandang serta menarik.
Seseorang yang mengenakan pakaian yang mahal dengan perlengkapan pakaian (tas, topi, aksesoris dan sebagainya) serba mewah tidak dapat dikatakan well – groomed apabila tidak dapat merawat atau memelihara apa yang dikenakan itu dengan baik.
 Ciri-ciri Well – Groomed terdiri dari :
ü  Rapi
ü  Cantik dan menarik
ü  Harmonis dan serasi
ü  Luwes
Syarat-syarat Pencapaian Well – Groomed
 a. Perlu mengetahui tentang tata busana secukupnya yaitu :
- Potongan / guntingannya, warna / corak. Cara memakai, waktu / kesempatan, tempat dimana pakaian itu harus dipakai, dan sebagainya.
b. Perlu menyadari keadaan dirinya
- Besar atau kecil, pendek atau tinggi, berkulit kuning atau hitam, dan sebagainya.
c. Perlu mengetahui tentang tata pergaulan, cara bercakap- cakap di rumah atau dengan orang lain, di tempat resepsi, di pasar, di gedung bioskop dan sebagainya. Juga harus tahu dengan siapa kita bercakap-cakap serta apa yang menjadi topic pembicaraannya.
d. Perlu membaca buku atau majalah yang berisi tentang tata busana, tata boga, (makanan), tata graham (kerumah – tanggaan), tata pergaulan, tentang ajaran agama, kesusilaanm, dan sebagainya.
e. Selalu menghormati dan memahami pendapat orang lain, tidak ragu-ragu mengakui kesalahan dan sebagainya.
f. Perlu membiasakan diri memperhatikan hal-hal yang baik dan berusaha untuk melakukannya.
g. Perlu membiasakan diri melakukan apapun dengan selalu memenuhi rasa keindahan, sesuai dengan adapt istiadat dan rasa kesusilaan yang tinggi.

Setelah diuraikan tentang cirri-ciri dan syarat-syarat untuk mencapai well – groomed, maka dapat disimpulkan bahwa : seseorang yang dikatakan bersikap well – groomed tidaknya hanya dilihat dari penampilan dan pakaian yang dikenakan saja, tetapi tingkah laku dan kata-kata yang bersangkutan selalu menarik orang lain. Meski bebas tingkah lakunya. Banyak kata-katanya, namun kewibawaan tetap dimilikinya.

Senin, 21 Oktober 2013

Status Sosial

Pengertian Kelas Sosial dan Status Sosial

#Tugas Softskill

-  Status Sosial
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton) orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
-  Pengertian Kelas Sosial
Kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian individu.


Talcott Persons, menyebutkan ada lima menentukan tinggi rendahnya status seseorang, yaitu:
1. Kriteria kelahiran (ras, kebangsawanan, jenis keCamin,
2. Kualitas atau mutu pribadi (umur, kearifan atau kebijaksanaan)
3. Prestasi (kesuksesan usaha, pangkat,
4. Pemilikan atau kekayaan (kekayaan harta benda)
5. Otoritas (kekuasaan dan wewenang: kemampuan-untuk menguasai/ mempengaruhi orang lain sehingga orang itu mau bertindak sesuai dengan yang diinginkan tanpa perlawanan).

Faktor penentu kelas sosial
Beberapa indikator lain yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu:
A.    Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosiai/kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasamya kelas sosial merupakan suatu cara hidup. Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu.
Sebagai contoh: dalam kelas sosial atas tentunya diperlukan banyak sekali uang untuk dapat hidup menurut tata cara kelas sosial tersebut. Namun demikian, jumlah uang sebanyak apa pun tidak menjamin segera mendapatkan status kelas sosial atas. "Orang Kaya Baru" (OKB) mungkin mempunyai banyak uang, tetapi mereka tidak otomatis memiliki atau mencerminkan cara hidup orang kelas sosial atas. OKB yang tidak dilahirkan dan disosiaiisasikan dalam subkultur kelas sosial atas, maka dapat dipastikan bahwa sekali-sekali ia akan melakukan kekeliruan, dan kekeliruan itu akan menyingkap sikap kemampuannya yang asli. Untuk memasuki suatu status baru, maka dituntut untuk memiliki sikap, perasaan, dan reaksi yang merupakan kebiasaan orang status yang akan dituju, dan hal ini diperlukan waktu yang tidak singkat.
Uang juga memiliki makna halus lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan profesional lebih memiliki prestise daripada penghasilan yang berujud upah dari pekerjaan kasar. Uang yang diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil perjudian atau korupsi. Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.
Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosiai yang penting; hal tersebut sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga dan cara hidup seseorang.
B.     Pekerjaan
Dengan semakin beragamnya pekerjaan yang terspesialisasi kedalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini dapat kita lihat pada masyarakat Cina klasik, dimana mereka lebih menghormati ilmuwan dan memandang rendah serdadu; Sedangkan orang-orang Nazi Jerman bersikap sebaliknya. Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada akhimya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan. Pekerjaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang. Oleh karena itu, pekerjaan-pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui strata sosial seseorang.
C.     Pendidikan
Kelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang-­kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosia. Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat, tujuan, etiket, cara berbicara - perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.
Dalam beberapa hal, pendidikan malah lebih penting daripada pekerjaan. De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor. Namun demikian, perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka sebanding.

 Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial


Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial berbeda – beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin di tuju. Bisa dilihat apabila ingin memasarkan suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan yang premium atau bisa di bilang lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa orang – orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerk, dan kualitas yang sangat bagus. Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang – orang yang berada pada kelas sosial terendah. Penggunaan iklan pun kurang di gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah. Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.