Senin, 29 Oktober 2012

Tugas Koperasi minggu ke3


Pola Manajemen Koperasi 


1.Pengertian Manajemen

manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian

2. Rapat anggota

Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu, termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas.
Rapat Anggota merupakan syarat bagi badan usaha yang bernama koperasi. Bukan bermaksud menggurui, tapi sekedar mengingatkan. Bagaimana pelaksanaan Rapat Anggota sesuai ketetapan UU Koperasi No 25/1992
.
3. Pengurus
Pasal 29 ayat 2 UU No. 25 Tahun 1992 menyebutkan Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat Anggota.
Pasal 30 memerinci weweang dan tanggung jawab (tugas)

Tugas Pengurus: Mengelola Koperasi dan Usahanya, Mengajukan rencana kerja serta APB Koperasi, Menyelenggarakan Rapat Anggota, Mengajukan Laporan Keuangan dan Pertanggungjawaban tugas, Menyelengarakan pembukuan keuangan, Memelihara buku daftar anggota dan pengurus.
Wewenang Pengurus: Mewakili Koperasi di dalam maupun diluar pengadilan,Memutuskan penerimaan atau penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar, Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan Koperasi.
Catt : Apabila Koperasi belum bisa mengangkat ‘Manajer’ maka perlu dibentuk Pengurus Harian yang dipilih dari pengurus lengkap / pleno yang bertanggung jawab khusus meleksanakan tugas operasional sekaligus wakil pengurus lengkap.Pengurus Harian terdiri dari : Ketua, Sekretaris, Bendahara. Pasal 32 ayat 1 UU No 25 Tahun 1992 disebutkan :
“Pengurus Koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha. “

Pengelola ini disebut dengan ‘Manajer’. Rencana pengangkatan harus diajukan dan mendapat persetujuan Rapat Anggota dan pengangkatan harus disertai Dasar Hukum.
4. Pengawas


~ Pasal 38 dan Pasal 39 UU No 25 Tahun 1992
~ Pasal 38
Pengawas bertugas : Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi, Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.
Pengawas berwenang: Meneliti catatan yang ada pada koperasi, Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan,
Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
5. Manajer

Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people). Ropke J (1988)


6. Pendekatan Sistem pada Koperasi
Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:
- organisasi dari orang-orang dengan unsure eksternal ekonomi dan sifat-sifat social (pendekatan sosiologi).
- perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).


tugas ekonomi koperasi minggu ke 2


PERBEDAAN USAHA KOPERASI DENGAN USAHA YANG LAINNYA

 
kegiatan usaha di Indonesia terdiri atas :

1. Perusahaan perorangan,

2. Persekutuan terdiri atas:

a. Persekutuan firma,

b. Persekutuan komanditer,

3. Perseroan terbatas

4. Perusahaan negara dan perusahaan daerah,

5. Koperasi.

Di antara bentuk badan usaha tersebut di atas terdapat perbedaan dalam banyak aspek. Di bawah ini disajikan perbedaan tersebut yang meliputi 8 dimensi.
Tabel 1. Perbedaan Masing-Masing Bentuk Badan Usaha dalam Berbagai Dimensi
DimensiPeroranganFirmaPTKoperasi
Pengguna jasaBukan pemilikUmumnya bukan pemilikUmumnya bukan pemilikAnggota/umum
Pemilik usahaIndividuSekutu usahaPemegang sahamAnggota
Yang punya hak suaraTidak perluPara sekutuPemegang saham biasaAnggota
Pelaksanaan votingTidak perluBiasanya menurut besarnya modal penyertaanMenurut besarnya saham yang dimiliki melalui RUPSSatu anggota satu suara dan tidak boleh diwakilkan
Penentuan kebijaksanaanOrang yang bersangkutanPara sekutuDireksiPengurus
Balas jasa terhadap modalTidak terbatasTidak terbatasTidak terbatasTerbatas
Penerima keuntunganOrang ybsPara sekutu secara proporsionalPemegang saham secara proporsionalAnggota sesuai jasa / partisipasi
Yang bertanggung jawab terhadap rugiPemilikPara sekutuPemegang saham sejumlah saham yang dimilikiAnggota sejumlah modal ekuitas
http://klinikukmkop.wordpress.com/2011/12/17/perbedaan-koperasi-dengan-badan-usaha-lain/

MELIHAT PASAR DI SEKELILING KITA ( TUGAS KOPRASI 2EA02)

 Peluang Usaha di Area Kampus 
 

                      Menurut saya peluang usaha yang paling menguntungkan di sekitar kampus , tentunya selain kost - kost an , tempat makan, warnet (warung internet) , dan pastinya pulsa . Mengapa, karna di era modern seperti ini sudah dipastikan setiap orang memiliki handphone, jangankan mahasiswa, kita bisa melihat disekeliling kita tukang sayur, tukang becak dan sebagainya pun sudah banyak yang memilikinya. Bahkan khususnya para remaja dewasa ini lebih panik tidak membawa handphone ketimbang buku pelajaran, lebih panik jika tidak membalas sms orang yang dirasa penting ketimbang tidak mengerjakaan pr. Dan hebatnya lagi ketika bangun tidur PASTI barang yang pertama dicari adalah Handphone. 

              Seiring berjalannya jaman, kecanggihan gadget pun semakin mutakhir. dan tentunya ini menimbulkan banyak sekali produsen yang mengeluarkan jenis jenis provider terbaru. Karna gadget gadget (khususnya handphone) tidak akan berguna jika mereka tidak diberi sebuah provider. Dari situ, maka sebagai seorang yang dengan mudahnya melihat peluang suatu bisnis , pastinya akan membuat kerjaan sampingan sebagai tukang pulsa, karna setiap orang tidak mungkin jika membeli pulsa harus ke kantor atau outlet provider tertentu. selain dirasa efektif dan cepat waktu , mereka juga tidak perlu ongkos untuk ke outlet suatu provider tersebut.

Selasa, 24 April 2012

Noun Clause

Look at the following sentences.

• He expected to get a prize.
• He expected that he would get a prize.

In the first sentence the group of words ‘to get a prize’ does not have a subject and a predicate.

This group of word does the work of a noun.

Whereas in the second sentence, the group of words ‘that he would get a prize’ has both a subject and a predicate.

Here this group of words does the work of a noun. This is a clause.

This clause is the object of the verb EXPECT and so does the work of a noun.

Since this group of words does the works of both a noun and a clause, it is called NOUN-CLAUSE.

Definition:

A Noun-Clause is a group of words which contains a Subject and a Predicate of its own and does the work of a noun.

Examples:

• I often wonder how you are getting on with him.

• He feared that he would fail.

• They replied that they would come to this town.

• Do you know who stole the watch?
• I thought that it would be fine day.

• No one knows who he is.

• I did not know what he would do next.

• How the budget got in is a mystery.

• Pay careful attention to what I am going to say.

• I do not understand how all it happened.

The Noun-Clauses can be replaced with suitable Nouns or with suitable Noun-Phrases.

• No one knows when he will come. (Noun-Clauses)
• No one knows the time of his coming. (Noun-Phrases)

• I heard that he had succeeded. (Noun-Clauses)
• I heard of his success. (Noun-Phrases)

• We will never know why he failed. (Noun-Clauses)
• We will never know the reason for his failure. (Noun-Phrases)

• The law will punish whosoever is guilty. (Noun-Clause)
• The law will punish the guilty. (Noun)

• The police want to know where he is living. (Noun-Clauses)
• The police want to know his residence. (Noun) http://www.english-for-students.com/Noun-Clause.html

Selasa, 06 Maret 2012

Tugas Ekonomi Pembangunan


Antara Stasiun & Jum’at Bersih

“Stasiun” mungkin  kata itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Semua orang pasti mengetahui apa fungsi dari stasiun itu sendiri, untuk pemberentian kereta api ?? tentu itu adalah fungsi utama dari didirikannya stasiun tersebut. Tapi tahu kah anda bahwa terdapat fungsi lain dari stasiun itu sendiri?? Seiring waktu berjalan fungsi stasiun bukanlah hanya semata sebagai tempat pemberentian kereta api, tetapi saat ini stasiun mempunyai fungsi yang lebih terfokus pada soal mata pencaharian.
Fungsi utama stasiun kini lebih berfokus pada pencaharian nafkah, hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya jumlah pedagang baik asongan yang menjajakan dagangannya di dalam kereta dan pedagang yang berdiri atau menunggu penumpang turun dari kereta di pinggir peron -  peron yang sebenarnya diperuntukan untuk para penumpang kereta api saat mereka hendak turun atau naik dan banyaknya para pengamen serta pengemis.
Sangat sah ketika para pedangang menjajakan barang yang mereka jual kepada para penumpang, pengamen yang menghibur para penumpang dengan lagu - lagu merdu yang mereka bawakan. Pengemis yang meminta belas kasihan para penumpang. Semuanya sangat lah sah, tetapi yang menjadi perdebatan adalah ketika para pedagang dan pengamen serta pengemis mulai mengganggu kenyamanan para penumpang.
Maka kebijakan demi kebijakan telah dikeluarkan oleh pihak PT.KAI  sendiri, mulai dari kebijakan penataan dan penertiban pedagang, pengemis, dan pengamen yang berada di stasiun – stasiun. Serta yang terbaru kali ini adalah kebijakan tentang “Juma’at Bersih” yang diberlakukan setiap hari jum’at oleh semua stasiun, yaitu dimana pada setiap hari Jum’at , para pedagang, pengemis, dan pengamen dilarang berkeliaran di daerah stasiun dan berada di dalam gerbong gerbong kereta seperti biasanya.



Hal ini kembali ditegaskan oleh Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan, beliau menjelaskan bahwa penataan dan penertiban ini semata – mata demi kenyamanan pengguna jasa kereta api (KA) dan kereta api listrik (KRL). Tindakan yang dilakukan oleh manajemen PT.KAI ini jelas berlandaskan pada Perpres No. 83 Tahun 2011. Berisikan mengenai penugasan kepada PT. KAI untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana kereta api. 
Tentunya dimana kebijakan itu dikeluarkan pastinya akan banyak menimbulkan pro dan kontra . banyak penumpang yang tidak keberatan akan adanya kebijakan ini , karna bagi mereka kenyamanan para penumpang harus di utamakan dalam kasus ini. Tetapi tak banyak juga para penumpang yang kurang setuju atas kebijakan baru ini. Pasalnya, mereka menilai selama ini para pengamen, pengemis dan pedangan sangat membantu mereka, ketika mereka membutuhkan sesuatu pedagang membawa semua yang mereka butuhkan. Pengamen dan pengemis pun dinilai tidak terlalu mengganggu. Selama mereka masih mencari nafkah dengan cara halal, para penumpang pun tidak ada yang merasa keberatan.
Tentulah kebijakan dikeluarkan hanya untuk menjaga kenyamanan para penumpang. Tapi ada baiknya juga ketika sebuah kebijakan dikeluarkan , harusnya dibarengi dengan adanya sarana yang mendukung untuk menunjang para pedagang tersebut. Ada baiknya para pedangang diberi tempat pengganti. Agar kebijakan baru yang dikeluarkan juga tidak mematikan perekonomian para pedagang. Jadi ada porsi adil disini,dimana para penumpang merasa nyaman, dan para pedagang,pengamen,pengemis pun tetap bisa mencari nafkah dengan halal.

Senin, 05 Maret 2012

Adverbial Clause

adverbial clause
An adverbial clause is a dependent clause that functions as an adverb. In other words, it contains a subject (explicit or implied) and a predicate, and it modifies a verb.
(Adverbial Clause adalah klausa tergantung yang berfungsi sebagai kata keterangan. Dengan kata lain, berisi subjek (eksplisit atau tersirat) dan predikat, dan memodifikasi kata kerja)
Example 1:
  • I saw Joe when I went to the store. (explicit subject I)
  • He sat quietly in order to appear polite. (implied subject he)
 Example 2 :
  • We left after the speeches ended. (adverbial clause)
  • We left after the end of the speeches. (adverbial prepositional phrase)
Contrast adverbial clauses with adverbial phrases, which do not contain a clause.
(Kontras adverbial klausa dengan frase adverbial, yang tidak mengandung klausa )
Example 3 :
  • I like to fly kites for fun.
Adverbial clauses modify verbs, adjectives or other adverbs
(Klausa adverbial memodifikasi kata kerja, kata sifat atau kata keterangan lainnya )
Example 4 :
  • Hardly had I reached the station when the train started to leave the platform.
The adverbial clause in this sentence is "when the train started to leave the platform" because it is a subordinate clause and because it has the trigger word (subordinate conjunction) "when".
(Klausa adverbial dalam kalimat ini adalah "ketika kereta mulai meninggalkan platform" karena merupakan klausa bawahan dan karena memiliki kata pemicu (bersama bawahan) "when".

Kinds of adverbial clauses ( Jenis Adverbial Clauses )
kind of clause
common conjunctions
function
example
time clauses
when, before, after, since, while, as, as long as, until,till, etc. (conjunctions that answer the question "when?"); hardly, scarcely, no sooner, etc.
These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event.
Her goldfish died when she was young.
conditional clauses
if, unless, lest
These clauses are used to talk about a possible or counterfactual situation and its consequences.
If they lose weight during an illness, they soon regain it afterwards.
purpose clauses
in order to, so that, in order that
These clauses are used to indicate the purpose of an action.
They had to take some of his land so that they could extend the churchyard.
reason clauses
because, since, as, given
These clauses are used to indicate the reason for something.
I couldn't feel anger against him because I liked him too much.
result clauses
so...that
These clauses are used to indicate the result of something.
My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
concessive clauses
although, though, while
These clauses are used to make two statements, one of which contrasts with the other or makes it seem surprising.
I used to read a lot although I don't get much time for books now.
place clauses
where, wherever, anywhere, everywhere, etc. (conjunctions that answer the question "where?")
These clauses are used to talk about the location or position of something.
He said he was happy where he was.
clauses of manner
as, like, the way
These clauses are used to talk about someone's behaviour or the way something is done.
I was never allowed to do things as I wanted to do them.

http://en.wikipedia.org/wiki/Adverbial_clause

Rabu, 04 Januari 2012

papah :')

 Mari kira simak bersama, kata kata yang tidak bisa diucapkan oleh seorang ayah ke Anaknya. Semoga postingan ini bermanfaat untuk sobat

http://wikiberita.net/img/images/151Sayang_Ayah.jpg

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati..
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal.